Cara Mendidik Anak Agar Tidak Sombong (Serta Mau Menghargai Orang Lain)

Sifat sombong dibenci oleh semua orang, bahkan orang sombong pun akan membenci orang yang sombong juga. Jadi sifat sombong ini harus dihindari, jangan sampai anak mengembangkan sifat ini di dalam dirinya, dan jika dibiarkan bakal berdampak negatif pada anak.

Bahkan bukan tidak mungkin Anak akan tumbuh menjadi orang yang suka merendahkan orang lain, sulit berempati dan hanya mau menang sendiri. Jangan sampai anak Anda memiliki sifat buruk ini, karena dikhawatirkan ia akan dijauhi bahkan dimusuhi oleh teman-temannya.

Cara Membangun Pengendalian Diri Secara Optimal

Pengendalian diri adalah kemampuan untuk dapat menguasai diri sendiri dalam berbagai kondisi. Ini termasuk meningkatkan kesadaran diri sehingga membuat Anda berkemampuan untuk menekan keinginan dan tingah laku yang negatif. Pengendalian diri yang baik akan membantu individu untuk mengatur dan mengarahkan bentuk tindakannya ke arah yang positif.

Kunci dari pengendalian diri adalah kesabaran (kemampuan menahan diri), dan kesabaran hanya akan bisa dicapai dengan kedewasaan. Seseorang yang tidak bisa bersabar, mudah marah-marah, tempramental dan ‘hobi’ menyalahkan orang lain, berarti ia belum memiliki kedewasaan.

Berbagai Manfaat Berharga Berkumpul Bersama Keluarga

Dari keluarga-keluarga yang harmonis akan muncul generasi yang berkualitas. Buruknya generasi zaman ini dari segi prilaku, moral, kedisiplinan dan lainnya karena akibat banyaknya keluarga yang tidak bisa berjalan harmonis. Sesuatu yang menonjol terlihat pada banyak keluarga di Indonesia yaitu jarangnya sesama anggota keluarga untuk saling berkumpul.

Ini menjadi kekhawatiran tersendiri, keluarga yang anggota-anggotanya jarang berkumpul bersama akan sulit menjadi keluarga yang harmonis, apalagi jika masing-masing mementingkan egonya. Tumbuh di keluarga tidak harmonis membuat anak tidak bahagia dan akan berdampak buruk pada perkembangannya.

Manfaat Berenang untuk Anak ADHD Sebagai Terapi dan Menyalurkan Energinya

Anak ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) adalah kondisi anak yang memiliki gangguan yang membuatnya sulit memusatkan perhatian, memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif. Faktanya, persentase anak yang didiagnosis ADHD di usia 2-17 tahun adalah 9,4 persen.

Kondisi ADHD diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan, tapi belum ditemukan penyebab pasti mengapa seorang anak bisa mengalami ADHD. ADHD juga diduga berkaitan dengan adanya gangguan pada pola aliran listrik otak (gelombang otak). Biasanya anak ADHD tidak suka bergaul dengan teman-teman sebayanya dan sibuk dengan dunianya sendiri, ia juga sering kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

Manfaat Memasukan Anak ke PAUD, Serta Hal yang Perlu Diperhatikan

Pendidikan anak harusnya dimulai dari usia dini, sejak dini anak hendaknya diberikan stimulasi-stimulasi agar tumbuh kembangnya optimal, sebab pada usia dini merupakan masa emas seorang anak dalam proses tumbuh kembangnya, maka jangan disia-siakan. Dengan memaksimalkan kesempatan ini, sehingga potensi anak bisa dikeluarkan secara optimal.

Jika memiliki biaya jangan ragu mengikutsertakan anak dalam pendidikan anak usia dini (PAUD), sebab banyak sekali manfaatnya guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak, baik dari segi karakter, kecerdasan, keterampilan, sikap dan perkembangan mental yang sehat.

Bentuk Pengasuhan Agar Anak Tumbuh Cerdas

Para orangtua tentu ingin anak-anaknya tumbuh dengan cerdas. Kecerdasan tidak selalu tentang kecerdasan kognitif melalui pengukuran IQ, para ahli tumbuh kembang anak mencari tahu faktor apa yang dapat mengoptimalkan potensi kecerdasan secara menyeluruh, yang prosesnya dimulai sejak anak masih usia dini.

Orangtua harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengoptimalkan kecerdasan anak, ini bukanlah pekerjaan mudah. Anak perlu diberikan stimulasi sejak dini sehingga tumbuh kembangnya optimal. Otak anak mengalami pertumbuhan pesat semenjak kelahirannya hingga berusia 5 tahun. Jadi maksimalkan masa ini.

Batasi Penggunaan Gadget pada Anak dan Remaja, Ini Alasannya

Para ahli telah mewanti-wanti mengenai dampak buruk anak-anak dan remaja yang kecanduan perangkat digital. Perangkat digital bisa berupa smartphone, TV, komputer, laptop, tablet, konsol game dll.

Di era digital orangtua harus pintar-pintar menangani permasalahan ini, orangtua harus punya strategi untuk mencegah anak kecanduan perangkat digital. Bahaya kecanduan perangkat digital sama buruknya dengan kecanduan obat-obatan terlarang.

Cara yang Benar Mendidik Anak di Era Milenial

Era milenial berbeda dengan era-era sebelumnya, dimana pada era ini dikenal sebagai masa serba kebebasan dan orang-orangnya cenderung ingin serba instan. Hal mencolok yang terlihat pada era ini, yaitu banyaknya orang yang sibuk sendiri dengan gadgetnya masing-masing, sehingga lebih jarang bersosialisasi (mengobrol langsung) dengan orang-orang di sekitarnya. Hal ini kontras dengan era sebelumnya yang di tempat umum sering terlihat orang saling mengobrol dengan orang asing lainnya.

Adapun karena sekarang orang terlalu sibuk dengan gadgetnya, maka lebih jarang terlihat orang-orang yang saling mengobrol di tempat umum. Ingin mengobrol pun terasa sungkan karena orang yang ingin diajak ngobrol sibuk memencet-mencet gadgetnya.

Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Usia Dini

Pembentukan karakter anak sudah dimulai sejak usia dini. Usia dini merupakan masa paling awal dan fundamental dalam proses tumbuh kembang anak, dimana ini adalah periode emas (golden age) seorang anak sehingga orangtua harus mengoptimalkannya.

Jangan sampai orangtua menyia-nyiakan periode emas anak ini karena pengaruhnya sangat besar terhadap kesuksesan anak di masa depan. Pada masa ini anak mulai peka untuk menerima berbagai rangsangan atau stimulasi, dimana fungsi fisik dan psikis semakin matang sehingga siap merespon stimulasi dari lingkungannya. 

17 Manfaat Anak Bangun Pagi untuk Kesehatan Fisik dan Mentalnya

Bangun pagi adalah hal yang sangat disarankan pada setiap orang, banyak penelitian yang menemukan adanya keterkaitan antara performa dalam beraktivitas (termasuk produktivitas) dengan pola tidur. Dimana bangun pagi sangat membantu seseorang untuk bisa beraktivitas dengan lebih semangat dan optimal.

Bangun pagi membuat tubuh lebih segar dan pikiran fresh, selain itu emosi dapat lebih stabil dan mudah dikontrol. Hal seperti ini sulit didapat oleh orang yang malas bangun tidur. Oleh karena itu di dalam sebuah keluarga, hendaknya orangtua dan anak kompak untuk sama-sama bangun pagi, buatlah peraturan bahwa semua anggota keluarga dilarang tidur larut malam, sehingga tidak boleh begadang malam kecuali jika dalam kondisi darurat.