Tips Ampuh Bagi Orang Tua Dalam Mengatasi Anak yang Hiperaktif / Autis

Memang ketika sedang berada di tempat umum, perilaku dari anak yang aktif berlebihan akan membuat orang tua frustasi karena rasa malu. 

Karena anak-anak akan terlihat tidak patuh di tempat umum, serta terlihat keras dan bersikap menantang...

Anak-anak seperti ini sering kali dicap sebagai anak yang bodoh, bandel, nakal dan semacamnya. 

Yang buruknya, anak-anak seperti ini ternyata mendapatkan penanganan dan perlakuan yang cenderung tidak tepat oleh orang tua, guru maupun orang lain yang di sekitarnya.

Mengatasi Anak yang Hiperaktif / Autis
Anak-anak bermain

Untuk itu penting bagi orang tua agar tahun tentang pemahaman bahwa si kecil yang seperti itu sedang mengalami kesulitan untuk mengontrol perilakunya...

Seperti anak yang bersikap kurang sopan, suka menyela pembicaraan, tidak mampu berkonsentrasi, suka ikut campur urusan orang lain, bahkan mudah sekali marah, dan berbagai perilaku semacamnya yang membuat orang akan mengelus dada.

Apa yang perlu dilakukan orang tua?

Walaupun perilaku seperti itu di luar kuasa si kecil, karena memang masih anak kecil, tentunya perilaku seperti itu tidak bisa untuk dibiarkan begitu saja.

Sehingga untuk para orang tua perlu mengetahui kondisi tersebut, dan juga berikan pemahaman pada orang lain mengenai kondisi si kecil itu, yang disertai dengan penjelasan cara menghadapinya.

Hal ini akan memudahkan orang lain untuk merasa lebih nyaman ketika berada di dekat si kecil yang hiperaktif itu, dan tahu cara berinteraksi dengannya.

Dan dalam pergaulan, anak yang hiperaktif memang akan sering mengalami penolakan oleh teman-teman sebayanya.

Dimana anak yang aktif berlebihan ini akan cenderung kurang disukai dalam pergaulan, karena aktifitas dan perilakunya yang dirasa mengganggu oleh teman-temannya, sehingga membuat teman-temannya tersebut jengkel dan menjauhinya.

Kesulitan dalam bergaul bukan hanya karena perilaku yang impulsif tetapi juga pemikiran mereka yang kaku dan keterampilan mendengarkan yang kurang, sehingga perlu dilatih untuk jiwanya agar mau mendengarkan perkataan orang lain.

Walaupun memang ada juga anak hiperaktif yang memiliki banyak teman, karena berperan untuk meramaikan suasana, tetapi pada umumnya mereka akan cenderung kesulitan untuk menjalin hubungan personal yang lebih mendalam.

Sehingga akan berakibat pada efek psikologis yang dimana anak merasa terisolasi, sehingga menjadi tidak percaya diri dan juga merasa tidak bahagia.

Nah, Untuk itu perlu keterampilan dari para Pendidik untuk mengatasinya, dengan membuat suatu kelompok sosial yang dimana anak ADHD tersebut akan didampingi oleh anak lain yang memiliki keterampilan sosial yang sangat baik.

Demikian juga para orang tua harus bersabar dalam menghadapi anak hiperaktif / autis, terutama sabar dalam memberikan perhatian lebih untuknya dibanding kebanyakan anak-anak lainnya.

Yang perlu diingat oleh para orang tua, bahwa tentu mengetahui bahwa memiliki seorang anak merupakan dambaan bagi para orangtua. Namun jika Anak itu hiperaktif, maka hiperaktif bukanlah suatu penyakit...

Yang menjadi sebab terbesar anak mengalami hiperaktif karena kurangnya perhatian dari orang tuanya.

Untuk itu, cara mengatasi anak yang hiperaktif dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.

Hindari untuk membentaknya, karena hal itu merupakan hal yang sia-sia, membuang energi Anda, dan yang lebih parah kondisi hiperaktif sang anak justru akan menjadi lebih buruk.

Aktifitas perlu diberikan orang tua...

Anda bisa memberikan pelatihan-pelatihan untuk mengatasi anak yang hiperaktif, bandel, tidak bisa diam dan susah diatur,...

Latihan yang diberikan dapat berupa respon terarah atau memberi tanggapan. Anak perlu dilatih tentang bagaimana dirinya harus memberi respon atau tanggapan terhadap sesuatu.

Contoh latihan yang bisa diberikan seperti menangkap bola, meletakkan sesuatu pada tempatnya, menendang bola / bermain bola, mewarnai sesuai dengan contoh, bermain meneruskan atau melempar bola yang disodorkan padanya.

Kemudian untuk meningkatkan konsentrasi anak, maka dapat dilakukan dengan selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang daya tarik dan daya nalar anak, misalnya dengan meminta anak untuk menendang bola ke gawang, atau yang tertuju pada kiper.

Kemudian juga dapat meminta sang anak untuk membuat gerakan melompat-lompat di antara susunan ban-ban atau lingkaran.

Beberapa hal lainnya yaitu seperti mengajak  anak untuk melempar bola ke dalam keranjang, meminta anak mencicipi rasa beberapa makanan dan, tanyakan rasa masing-masing makanan tersebut, aktivitas menyusun balok-balok, dan yang semacamnya.

Semoga bermanfaat.

Mohon Share:


Tips Aktifitas Sehari-hari

Tips Pendidikan dan Kesehatan Anak

Tips Makanan dan Minuman

Penyakit dan Gangguan