Obat Batuk Anak & Bayi Yang Aman (Serta Pengobatannya Secara Alami)


Dalam memberikan obat untuk anak atau bayi tentunya harus hati-hati, dan hindari memberikan obat batuk yang dijual bebas pada bayi.

Badan regulasi obat dan makanan Amerika Serikat tidak menyarankan pemberian obat batuk yang dijual bebas pada anak di bawah usia 2 tahun.

Ilustrasi Anak Batuk
Ilustrasi Anak Batuk | Photo credit: Bestchinanews.com

Batuk pada anak-anak disebabkan adanya infeksi ataupun peradangan pada tenggorokan, trakea maupun bagian dalam paru-paru.

Sebenarnya batuk sebagai reaksi yang dilakukan tubuh untuk melindungi diri. Terjadinya batuk untuk membersihkan lendir dari saluran napas.

Umumnya, batuk pada anak terjadi akibat serangan infeksi virus flu biasa yang bisa mereda dalam waktu 1-2 minggu dengan sendirinya. Tapi tentu saja jenis dan penyebab batuk tetap harus dicari tahu, apalagi jika batuk dialami oleh anak-anak.

Dua jenis batuk yaitu batuk kering dan batuk basah. Batuk pada anak (terutama bayi) bisa menimbulkan beberapa gejala lain, seperti:
  • Anak tidak nafsu makan
  • Anak menjadi rewel
  • Demam
  • Mata merah
  • Hidung tersumbat
  • Radang tenggorokan

Biasanya bayi di bawah usia 4 bulan hanya terkena masalah batuk ringan, tapi jika batuk sering terjadi maka ada potensi kondisi yang serius.

Obat Batuk Bayi yang Aman

Dari artikel berjudul Ini Daftar Obat Batuk Untuk Bayi Yang Aman Dikonsumsi Si Kecil (Alodokter.com), berikut di bawah ini obat batuk yang dapat diberikan Bunda untuk mengatasi batuk anak:

Paracetamol Anak
Anda bisa memberikan obat paracetamol pada bayi, dengan syarat sang bayi telah berusia minimalnya dua bulan, selain itu beratnya juga harus lebih dari 4 kg.

Penggunaan obat paracetamol berguna untuk meredakan demam dan rasa nyeri, tapi penggunaannya tidak untuk mengatasi masalah peradangan dan pembengkakan.

Penggunaan paracetamol cenderung lebih aman daripada ibuprofen untuk perut bayi. Takaran pemberian paracetamol pada anak yaitu setiap 4-6 jam sekali.

Ingat! Pemberian paracetamol pada anak tidak boleh lebih dari empat kali dalam sehari (jangka waktu 24 jam).

Apabila bayi juga minum obat lain, maka tentunya obat lain tersebut jangan mengandung paracetamol, hal ini untuk mencegah bayi kelebihan dosis parasetamol.

Dalam memberikan obat parsetamol pada bayi, pastikan dosisnya sesuai aturan di label kemasan atau sesuai dengan anjuran dokter.

Ibuprofen Anak
Anda baru boleh memberikan obat Ibuprofen ketika Si Kecil minimalnya berusia 3 bulan, dengan berat badan minimalnya 5 kg. Kegunaan obat ibuprofen untuk meredakan demam, serta mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada tubuh.

Obat Ibuprofen ini agak lebih kuat (jika dibandingkan paracetamol). Pemberian obat ibuprofen pada anak maksimal adalah tiga kali dalam sehari (jangka waktu 24 jam). Selain itu, jarak waktu pemberian obat tidak boleh kurang dari 6 jam.

Perlu diperhatikan, penggunaan ibuprofen bisa berpotensi menimbulkan iritasi pada perut bayi, sehingga sangat penting pemberian dosis yang benar dan tidak berlebihan. Selain itu, pastikan bayi sedang dalam kondisi pola makan yang baik.


Saline Drop
Penggunaan larutan tetes saline bermanfaat untuk mengencerkan lendir yang kental, yang dengan begitu lendir lebih mudah untuk dikeluarkan.

Hal ini akhirnya dapat membuat pernapasan bayi menjadi lega. Larutan saline dapat Anda peroleh di apotek.

Untuk penggunannya, teteskan larutan saline ke lubang hidung bayi dengan hati-hati, lalu hisap lendir memakai alat hisap lendir (bola karet penghisap lendir), hal ini dilakukan agar dapat membuang lendir dalam jumlah banyak.

Pemanfaatan larutan saline juga dapat untuk melembapkan jalan napas disebabkan udara yang terlalu kering.

Tips Memberikan Obat Batuk pada Anak

Dari laman berjudul Tips Memilih Obat Batuk yang Aman untuk Si Kecil (Klikdokter.com), dr. Dina Kusumawardhani menjelaskan bahwa biasanya batuk pilek pada anak diakibatkan oleh infeksi virus yang tidak berbahaya, dimana untuk penanganannya tidak membutuhkan antibitoik kecuali jika adanya kondisi tertentu yang mengharuskan.

Untuk obatnya bisa dibeli bebas tanpa resep dokter, obat-obat seperti ini sering disebut dengan istilah OTC (over-the-counter).

Hanya saja The Food and Drug Administration (FDA) memberikan himbauan bahwa obat OTC aman dikonsumsi untuk anak-anak di atas usia 4 tahun saja.

Adapun pada anak di bawah usia 4 tahun, penggunaan obat batuk harus berdasarkan resep dokter. Hal ini dijelaskan oleh FDA untuk mencegah risiko dan efek samping serius yang membahayakan keselamatan anak usia di bawah 4 tahun

Berikut ini beberapa tips dalam pemberian obat batuk untuk anak:
  • Hindari memberikan obat batuk yang diperuntukan untuk orang dewasa kepada anak-anak.
  • Perhatikan baik-baik komposisi obat pada label kemasan. Obat batuk mengandung ekspektoran, zat aktif penurun demam, dan antihistamin. Adapun obat batuk-pilek umumnya mengandung ekpektoran, dekongestan, antihistamin, dan beberapa zat aktif untuk menurunkan demam.
  • Setelah digunakan tutuplah botol obat dengan rapat, hindari anak-anak bisa menjangkaunya.
  • Ikuti petunjuk dalam dosis obat. Penggunaan obat yang berlebihan menimbulkan dampak buruk berupa sesak napas, kejang-kejang, peningkatan denyut jantung, dan gangguan kesadaran.
  • Demikian juga kurang dalam memberikan dosis obat, menyebabkan penggunaan obat tidak memberikan manfaat yang efektif.
  • Apabila anak Anda berusia diatas 4 tahun maka baru diperbolehkan diberikan obat batuk OTC (obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter). 
  • Dalam memberikan obat batuk pada anak, gunakan sendok takar yang disediakan di kemasan. Hindari memakai sendok rumah karena ukurannya yang sangat berbeda.

Hal yang perlu diketahui, fungsi obat batuk OTC bukanlah untuk menyembuhkan penyakit batuk, tapi fungsinya hanya meredakan gejala batuk dan demam.

Jika Anda bingung tentang dosis obat batuk untuk anak, maka Anda wajib bertanya kepada apoteker atau dokter untuk menghindari adanya kesalahan.

Apabila gejala batuk anak semakin memburuk, bahkan disertai dengan demam tinggi, peningkatan frekuensi napas, dan anak terlihat lemas, maka hendaknya orang tua membawa anak untuk diperiksa oleh dokter.

loading...

dr. Astrid Wulan Kusumoastuti menyebutkan bahwa batuk pada anak memiliki banyak penyebab, seperti infeksi, alergi, iritasi, asma dan lainnya. Perhatikan lingkungan sekitar, apakah terdapat faktor yang membuat anak mengalami batuk-batuk?

Sebagian anak mengalami batuk-batuk akibat terkena paparan polusi, debu, udara yang terlalu dingin dan lembab, bulu binatang peliharaan, bulu dari pakaian, asap rokok dan sebagainya.

Ada potensi hal-hal tersebut menimbulkan batuk pada anak, sehingga orang tua harus berusaha menghindari anaknya dari hal-hal yang memicu batuk tersebut.

Pada dasarnya penggunaan obat batuk tidak diperlukan jika batuk yang dialami anak tidak sampai mengganggu tidurnya.

Apabila anak mengalami batuk berdahak, maka orang tua perlu memberikan minuman hangat pada anak untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak.

Berdasarkan rekomendasi AAP, orang tua bisa memberikan madu pada anak yang mengalami batuk karena bisa meredakan gejala.

Jika batuk berdahak yang dialami anak sangat mengganggu, maka bisa dipertimbangkan untuk menggunakan obat batuk yang mengandung zat pengencer dahak.

Disarankan untuk membawa anak ke dokter jika dalam 2-3 hari kondisi batuk tidak membaik, ataupun timbul gejala yang cukup serius seperti sesak napas.

Komposisi Obat Batuk Sesuai Kegunaannya

Dari laman Nutriclub.co.id, umumnya komposisi obat batuk bebas terdiri dari:
  • Anti-alergi (antihistamine)
  • Pereda batuk (antitusif)
  • Pengeluar dahak (expectorant)
  • Pelega hidung (decongestant)
  • Pengencer dahak (mucolytic)

Antitusif / obat pereda batuk (dextromethorphan, codeine) bisa digunakan pada anak, tapi pada dasarnya obat pereda batuk jarang diperlukan, hal itu karena batuk sebenarnya merupakan tindakan alami tubuh untuk mengeluarkan dahak yang menumpuk di saluran pernafasan.

Apabila batuk yang dialami sang anak sampai menyebabkan susah tidur, rewel seharian, atau batuknya sangat mengganggu, maka barulah gunakan obat pereda batuk.

Efek samping obat pereda batuk yang mengandung dextromethorphan yaitu munculnya rasa pusing.

Adapun efek samping obat pereda batuk yang mengandung codein yaitu jantung berdebar, pusing, rasa mual, kantuk, dan susah BAB. Penggunaan obat codeine tidak dianjurkan pada bayi ataupun balita.

Antihistamine / anti alergi (diphenhydramine, brompheniramine, dan chlorpheniramine) bekerja untuk mengurangi lender dari hidung ke tenggorokan, sehingga akhirnya membantu untuk meredakan batuk.

Efek samping penggunaan obat antihistamine yaitu rasa kering di hidung ataupun tenggorokan, dan mengantuk.

Expectorant / pengeluar dahak (bromhexin, N-acetylcystein, dan potassium iodide) bekerja dengan cara meningkatkan sekresi mucus di saluran nafas, sehingga nantinya dahak bisa dikeluarkan lebih lancar ketika batuk.

Penggunaan obat ini umumnya diperlukan bagi orang yang kesulitan mengluarkan dahak saat batuk-batuk.

Obat guaifenesin digunakan untuk mengobati batuk akibat gangguan di saluran pernapasan seperti flu dan bronkitis. Obat ini bisa digunakan untuk anak-anak.

Guaifenesin termasuk golongan ekspektoran, bisa digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak diatas usia 6 bulan. Selain itu, terdapat expectorant jenis iodide dan lainnya.

Obat batuk mucolitik (bromhexine, N-acetylcysteine) bekerja dengan cara meminimalisir kekentalan dahak yang ada di saluran nafas.

Efek samping penggunaan obat golongan mukolitik jarang terjadi, beberapa potensi yang bisa terjadi yaitu rasa mual, muntah, dan gangguan pencernaan.

Dekongestan (pseudoepherine, phenylephrine) termasuk golongan obat pilek, namun sering dikombinasikan dengan obat batuk. Jenis obat ini tidak disarankan pada bayi ataupun balita.

Hal itu karena obat dekongestan bekerja dengan cara merangsang saraf simpatis, yang kemudian menyebabkan pengecilan pembuluh darah di hidung, dan pelebaran saluran nafas.

Efek sampingnya yaitu jantung berdebar, dan sulit tidur (akibat rangsangan saraf simpatis saraf pusat dan jantung).

loading...

Cara Alami Mengobati Batuk Anak

1. Kencur
Pada laman berjudul Kencur, Obat Batuk Anak Paling Ampuh (Sahabatnestle.co.id) menyebutkan bahwa kencur sebagai salah satu obat batuk alami yang sudah dikenal sejak lama.

Kencur
Photo credit: Shutterstock.com / By grafvision

Tanaman obat ini mengandung mineral, pati, serta minyak atsiri yang berupa sineol, asam sinamat, asam metil kanil, asam dasinat dan alkaloid.

Minum kencur memberikan rasa hangat pada tubuh, manfatnya bisa meredakan batuk dan membuat saluran pernapasan lebih lega.

Berikut cara membuat kencur untuk pengobatan batuk secara alami:
  1. Pertama-tama siapkan bahan berupa kencur, madu dan sedikit garam. 
  2. Lalu cuci bersih kencur dan kupas kulitnya. 
  3. Parut kencur dan peras, ambil airnya. 
  4. Tambahkan sedikit air, garam dan madu, lalu aduk sampai merata. 
  5. Lalu minum.

Minumlah obat batuk alami ini 2 kali dalam sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Ramuan kencur ini berkhasiat untuk meredakan batuk dengan cepat.

Khasiat kencur lainnya yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak, dimana kencur memiliki kandungan metanol yang berkontribusi dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh anak.

Minum jamu kencur menjadikan anak-anak tidak mudah diserang penyakit. Selain itu kencur juga bermanfaat dalam menghangatkan tubuh.

Kencur memiliki kandungan minyak atsiri. Minyak tersebut bersifat analgesic yang bisa menghangatkan tubuh anak.

2. Madu
Madu dapat meringankan sakit tenggorokan dan batuk pada anak-anak. Tapi ingat, madu hanya dibolehkan untuk anak-anak berusia 2 tahun atau lebih.

Madu
Photo credit: Pexels.com

Aturan pemberian madu pada anak:
  • Setengah sendok teh madu untuk anak berusia 2 hingga 5 tahun
  • 1 sendok teh madu untuk anak berusia 6 hingga 11 tahun
  • 2 sendok teh madu untuk anak berusia 12 tahun ke atas.

Pada laman berjudul Dua Sendok Madu Manjur Atasi Batuk Anak (Kompas.com) menyebutkan bahwa orang tua bisa memberikan madu untuk mengatasi batuk pada anak, sehingga nantinya anak bisa tidur dengan nyaman dan lelap.

Menurut The American Academy of Pediatrics, produk obat-obatan demam dan batuk yang dijual di pasaran tidak mampu menyembuhkan untuk anak di bawah 6 tahun. Hal ini dibenarkan atau disetujui oleh otoritas dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Amerika.

Oleh karena itu, madu bisa dicoba untuk meredakan batuk anak. Dimana penelitian telah menemukan bahwa madu memiliki manfaat untuk membantu menyembuhkan batuk pada anak-anak.

Pada penelitian tersebut melibatkan sekitar 270 anak yang mengalami batuk-batuk saat malam hari, yang berusia antara 1-5 tahun. Mereka diminta untuk mengonsumsi madu secara rutin dalam jangka waktu tertentu.

Anak-anak tersebut diberikan salah satu dari tiga jenis madu (yaitu madu eucalyptus, madu labiatae, madu citrus), ada juga kelompok anak yang diberikan cairan ekstrak madu. Anak-anak diminta mengonsumsi madu 30 menit sebelum tidur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak tersebut terlihat lebih baik pada hari kedua, bahkan ini termasuk kelompok anak yang diberikan minuman ekstrak madu.

Penelitian mengatakan bahwa anak yang diberikan madu terlihat lebih jarang batuk dan juga lebih nyenyak tidur.

Vic Mali, MD, seorang dokter anak di Beaumont Hospital di Troy, Michigan menyebutkan bahwa hasil penelitian ini sangat membantu para orangtua ketika anaknya mengalami batuk-batuk.

Dia menambahkan bahwa semua jenis madu mempunyai khasiat luar biasa. Orangtua tinggal memilih bentuk rasa mana yang disukai oleh anaknya.

Dr. Ian Paul, seorang dokter anak dari Pennsylvania State University di Hershey mengatakan bahwa madu bisa meredakan batuk pada anak-anak karena madu memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

Manfaat antioksidan di dalam madu untuk melawan serangan infeksi yang memicu gejala seperti batuk dan pilek. Disamping itu, Dr. Ian Paul mewanti-wanti para orangtua untuk tidak memberikan madu pada bayi.

loading...

3. Perbanyak Asupan Cairan (Terutama Air Putih)
Selama anak batuk, usahakan agar kebutuhan akan cairan bisa terpenuhi dengan baik. Dengan memperbanyak konsumsi cairan (terutama air putih) sangat efektif membantu mengurangi penumpukan lendir dan juga menjadikan saluran pernapasan lebih lancar.

Air Putih
Photo credit: Pexels.com

Pada bayi berusia 3 bulan hingga 1 tahun, Orang tua bisa memberikan air hangat, atau jus apel dengan dosis sekitar 15 ml sebanyak empat kali dalam sehari.

Apabila Anda memiliki bayi usia di bawah 6 bulan yang sedang mengalami batuk, disarankan hanya minum ASI atau susu formula.

Adapun jika batuk dialami oleh bayi yang masih berusia 3 bulan kebawah, maka hendaknya pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat.

Pada artikel berjudul Minum Air Putih Hangat Ampuh Usir Batuk dan Pilek? (Okezone.com) menyebutkan bahwa segelas air putih hangat dapat secara ampuh untuk meredakan batuk pilek secara alami.

Ahli Gizi Prof Dr Ir Hardinsyah, MS menjelaskan khasiat air putih mampu menghambat pertumbuhan virus dan bakteri. Sehingga disarankan untuk meminum air putih hangat ketika mengalami batuk.

Selain itu, Prof Hardin mengatakan bahwa minuman hangat dapat melancarkan aliran lendir pada rongga hidung, sehingga membantu dalam melegakan pernapasan.

Air putih hangat bisa meredakan masalah batuk, rasa gatal di tenggorokan, hidung tersumbat, dan bersin.

Oleh karena itu, ketika anak mengalami batuk maka dorong anak untuk minum air putih hangat. Dan hindari anak dari minuman es atau dingin karena menyebabkan tenggorokan semakin sakit.

4. Sup Ayam
Sup ayam hangat yang dicampur sayuran dapat secara efektif membantu menyembuhkan batuk anak. Sup ayam yang hangat tersebut akan bermanfaat untuk memperkuat tubuh anak, membuat anak nyaman, dan melancarkan pergerakan lendir.

Photo credit: Waktuku.com

Dari laman Food.detik.com, anak yang sedang mengalami batuk biasanya merasa cepat haus, tidak nafsu makan, dan mengalami rasa tidak nyaman pada tenggorokannya.

Untuk mengatasi masalah nafsu makan anak yang menurun maka orang tua bisa memberikan menu makanan yang berkuah dan juga hangat. Selain itu, campurkan dengan rempah-rempah yang menjadikan makanan beraroma dan lezat.

Oleh karena itu, beberapa makanan yang disarankan untuk diberikan kepada anak yang sedang mengalami batuk yaitu sup ayam, sup tahu, sup tomat hangat sedap, bayam, mie kuah, dan lainnya.

Orang tua juga bisa memberikan minuman teh hangat pada anak. Berikan juga anak minuman air putih, dan jus buah segar tanpa gula.

5. Istirahat Cukup
Ketika batuk-batuk pada anak kembali menyerang, maka sangat ditekankan orang tua memastikan anak agar istirahat yang cukup. Jika anak belum istirahat dan terlihat kelelahan, maka dorong anak untuk istirahat.

Anak Tidur
Photo credit: Pxhere.com

Dari laman berjudul Istirahat, Obat Jitu Atasi Flu dan Batuk (Republika.co.id), terjadinya batuk-batuk akibat dari daya tahan tubuh yang menurun. Sehingga batuk-batuk bisa disembuhkan dengan beristirahat secara optimal. Hal ini sangat penting bagi anak-anak yang sedang mengalami batuk.

Menurut dr. Tina Suksmasari, seorang Medical Manager Bayer Consumer Care, mengatakan bahwa batuk-batuk banyak dialami oleh para pekerja, hal itu karena banyak pekerja yang mengabaikan waktu istirahat sehingga rentan untuk terserang batuk-batuk, flu dan penyakit semacamnya.

dr. Tina Suksmasari menjelaskan bahwa obat yang sangat ampuh untuk menyembuhkan batuk adalah beristirahat, selain itu pastikan untuk memperbanyak minum air putih.

Loading...

6. Uap Air
Rebuslah air sampai mendidih, lalu tuangkan air ke dalam baskom atau mangkuk. Gendong atau pangku anak Anda (jika masih bayi) mendekat ke arah baskom dan minta Anak untuk menghirup uap air tersebut.

Anda juga bisa mencampurkan beberapa tetes minyak esensial menthol ke dalam air untuk memperoleh khasiat yang lebih efektif.

Dari laman Vemale.com, banyak ahli menjelaskan bahwa memberikan bayi obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter adalah hal yang buruk. Sehingga, orang tua bisa mencoba sebuah cara alami untuk mengobati batuk anak yaitu terapi uap, langkah-langkahnya:
  1. Pertama-tama air panas dimasukan ke dalam baskom.
  2. Lalu ditetesi beberapa tetes minyak kayu putih.
  3. Lalu diletakkan di salah satu sudut kamar.
  4. Tutup rapat pintu dan jendela, hal ini supaya uap air nantinya memenuhi ruangan (model seperti sauna).

Dengan melakukan ini nantinya uap air akan bermanfaat untuk memudahkan keluarnya lendir dari dalam tubuh anak.

Adapun penggunaan dari aroma menthol minyak kayu putih berguna untuk melegakan napas anak. Gantilah air tersebut apabila tidak lagi beruap.

7. Obat Gosok
Oleskan obat gosok pada anak, dan berikan kaus kaki, sehingga nantinya anak bisa lebih hangat. Dalam memilih obat gosok maka tentunya harus sesuai dengan umur anak.

Hindari mengoleskan balsem panas khusus orang dewasa, karena tentunya anak-anak belum bisa tahan dengan panasnya.

Dari artikel berjudul Minyak Esensial Untuk Mengatasi Batuk Anak (Vemale.com), Anda bisa mengatasi batuk anak dengan memanfaatkan minyak esensial, ini menjadi cara alami untuk meredakan semua jenis batuk yang terjadi pada anak, baik itu jenis batuk berdahak, batuk kering, hingga batuk yang disertai demam.

Minyak esensial yang paling mudah didapat yaitu minyak zaitun. Atau juga yang lebih efektif untuk melancarkan saluran pernafasan anak yaitu daun peppermint.

Untuk menggunakan minyak esensial, yaitu dengan menggosok sembari memijat lembut tubuh anak. Terutama pada bagian dada.

Nantinya minyak esensial berkhasiat untuk memberikan rasa hangat dan memperlancar bagian saluran pernafasan yang tersumbat.

Teteskan minyak esensial ke dalam bak mandi berisi air hangat, lalu minta anak untuk berendam. Manfaatnya akan membuat tubuh anak lebih hangat dan ringan.

8. Daun Kemangi dan Madu
Dari artikel berjudul Cara Meredakan Batuk Si Kecil Secara Alami (Tribunnews.com), para ibu disarankan untuk tidak bermudah-mudahan dalam memberikan obat batuk kimia pada anak, dimana ada cara-cara alami untuk meredakan batuk anak, yaitu dengan:
  • Daun kemangi dan madu
  • Jahe hangat dan tetes lemon
  • Sup dan jus

Tentang pemanfaatan daun kemangi dan madu untuk meredakan batuk anak, yaitu dengan cara merebus daun kemangi lalu dicampur madu.

Kombinasi kedua bahan alami ini dapat secara perlahan mengobati batuk dan melegakan tenggorokan anak.

9. Jahe Hangat dan Lemon
Air rebusan jahe dicampur dengan beberapa tetes lemon dapat membantu menenangkan tenggorokan, sehingga anak nantinya bisa lebih nyaman.

Dengan meminum campuran bahan alami ini bisa membantu menyembuhkan batuk sang anak.

10. Sup dan Jus
Orang tua bisa memberikan sup ayam hangat atau sup lainnya karena bermanfaat besar untuk membuat anak lebih nyaman.

Selain itu, jus yang tidak kental bisa menjadi solusi. Anak bisa diberikan jus jeruk yang tidak memakai gula.

Pastikan jusnya segar, tidak didinginkan, dan hendaknya dibuat sendiri di rumah. Selain itu, buahnya juga bisa apel atau pepaya.

Berikan juga buah-buahan yang mengandung vitamin C (diantaranya jeruk dan kiwi). Manfaat kandungan tinggi vitamin C untuk memulihkan tubuh anak dan meningkatkan imunitas tubuhnya.

Hal Lainnya yang Perlu Diketahui

Jika bayi batuk, memberikan lebih banyak asupan ASI bermanfaat untuk memperkuat atau membantu tubuh bayi dalam melawan infeksi.

Jenis batuk pada dasarnya sangat beragam, dimana penanganan batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. Batuk pada anak biasanya diakibatkan oleh infeksi virus yang bisa membaik dalam waktu 2-3 hari dengan sendirinya.

Dari laman Nakita.grid.id, dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed, dalam bukunya Q&A Smart Parents for Healthy Children mengatakan bahwa batuk adalah refleks tubuh untuk membuang semua hal (termasuk dahak) yang mengganggu atau menyumbat saluran napas.

Sehingga pada dasarnya batuk bukanlah penyakit, serta bukan 'momok' yang selalu ditakuti. Dimana terjadinya batuk sebagai upaya tubuh untuk melindungi dan melancarkan saluran pernapasan.

dr. Purnamawati mengatakan bahwa yang perlu dipikirkan adalah mencari penyebab batuk. Batuk pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Apabila batuknya berkepanjangan sampai 4 minggu, maka penyebabnya bisa alergi atau bisa juga karena kuman (bakteri).

Gejala batuk umumnya disertai gejala lain seperti demam dan pilek (kecuali jika penyebabnya alergi).

Batuk akibat infeksi virus, umumnya tidak memerlukan perawatan khusus dengan obat penekan batuk, kecuali mungkin memerlukan obat penurun panas jika batuk yang dialami anak disertai gejala demam.

dr. Purnamawati mengatakan tidak disarankan memberikan obat untuk menghilangkan batuk (menekan refleks batuk) seperti kodein atau dekstrometorfan.

KAPAN PERLU DIBAWA KE DOKTER?
Menurut dr. Purnamawati, hendaknya anak yang mengalami batuk dibawa ke dokter apabila memiliki kondisi:
  • Batuk telah berlangsung dua minggu atau lebih.
  • Sesak napas (dimana bernapas disertai tarikan otot-otot dada).
  • Bernapas lebih dari 40 kali/menit.
  • Anak terlihat sangat lemas, dan tingkat kesadarannya menurun.
  • Bibir dan kukunya tampak membiru.
  • Dehidrasi, dimana apabila kulitnya ditekan tampak tidak elastis, dan warna air seninya kuning pekat.



loading...

Tulisan Terkait:

Tips Aktifitas Sehari-hari

Tips Makanan dan Minuman