Khasiat Daun Binahong: Untuk Jantung, Jerawat, Asam Urat, Kanker, Maag dll

Binahong banyak dikenal dengan nama Gondola di Indonesia. Daun binahong memiliki bentuk daun yang melengkung dengan bentuk bagian yang dekat dengan batang menyerupai hati. Tanaman satu ini dapat hidup di mana saja.

Tanaman satu ini paling sering ditemukan di Cina, madagaskar, dan Korea. Demikian pula dengan Indonesia juga banyak.

Banyaknya daun binahong dan mudah diperoleh, maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan. Di Cina dan beberapa negara lainnya, daun binahong sudah sangat biasa digunakan sebagai obat berbentuk teh.

Khasiat Daun Binahong: Untuk Jantung, Jerawat, Asam Urat, Kanker, Maag dll

Daun binahong memiliki protein tinggi, anti mikroba, mengandung asam arkobat, dan total fenol. Telah banyak penelitian yang dilakukan, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa daun binahong memiliki senyawa flavonoid dan lainnya.

Zat antioksidan memiliki peran penting dalam menagkal radikal bebas yang menyebabkan zat karsinogen memicu sel kanker.

Zat alkoloid di dalam daun binahong sering digunakan pada penderita diabetes, karena memiliki sifat hipoglikemik yang bekerja untuk menurunkan kadar gula darah.

Senyawa saponin bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi, sehingga secara tidak langsung bermanfaat untuk kesehatan jantung.

#Manfaat daun binahong untuk pengobatan (butuh penelitian lebih lanjut)
Air rebusan daun binahong sering dibuat untuk pengobatan. Untuk mengatasi kencing manis: pertama-tama siapkan sebelas lembar daun binahong, bersihkan lalu rebus dengan air secukupnya hingga mendidih, setelah itu minum rebusan airnya setiap hari

Untuk Sesak nafas: rebus tujuh lembar daun binahong hingga mendidih, setelah itu minum air rebusannya. Lakukan setiap hari sekali

Mengatasi batuk yang menyebabkan muntah darah: rebus sepuluh lembar daun binahong hingga mendidih, setelah itu minum air rebusannya, lakukan sekali dalam sehari.



Air rebusan daun binahong memiliki banyak manfaat lainnya (butuh penelitian lebih lanjut):
  1. Menjaga stamina, agar tubuh tetap fit
  2. Menyembuhkan diabetes (kencing manis)
  3. Meringankan sesak napas
  4. Mempercepat penyembuhan luka
  5. Mengatasi pembekuan darah dan peradangan
  6. Mengatasi sakit kepala
  7. Mencegah stroke
  8. Memulihkan memar
  9. Ambien (wasir)
  10. Mengurangi arthritis
  11. Mencegah asam urat
  12. Mengobati gatal-gatal
  13. Menjaga sistem kekebalan tubuh
  14. Mengatasi pembengkakan usus
  15. Mengatasi hidung mmisan
  16. Masalah kesehatan setelah operasi dan melahirkan

Perhatian!!  Dalam pengobatan alternatif ini, maka sangat penting rajin minum air putih untuk menyeimbangkan kadar rebusan daun binahong. Selain itu air putih memiliki “segudang” manfaat bagi kesehatan tubuh, sehingga wajib minum air putih setiap hari.

#Daun binahong juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan kulit
Mengobati luka berdarah: Pertama-tama tumbuk daun binahong hingga halus. Lalu oleskan pada bagian tubuh yang bengkak atau luka secara merata. Lakukan pengobatan alami ini selama luka masih dalam kondisi basah.

Mengobati jerawat: Caranya, siapkan lima daun binahong, lalu tumbuk sampai hancur. Setelah itu, oleskan pada jerawat secara teratur.

Sebagai obat luar: Daun dan batang ditumbuk halus, lalu oleskan pada bagian yang sakit. Ramuan ini berguna untuk menyembuhkan memar karena terbentur, rematik, sakit otot, pegal linu. Selain itu, dapat menghaluskan kulit.

Menjaga kesehatan wajah secara umum: Tumbuk 5-6 daun binahong, lalu oleskan pada wajah sebelum tidur.

loading...

#Manfaat daun binahong untuk kecantikan
Khasiat daun binahong dapat menghilangkan jerawat di wajah, termasuk jerawat batu, memerah dan yang menyebabkan bopeng di wajah.

Silahkan rebus daun binahong dengan air secukupnya. Tunggu air rebusan hingga mendingin, lalu gunakan untuk mencuci wajah, manfaatnya membuat pori-pori wajah kencang.

#Mengatasi gangguan maag
Maag amat menganggu aktivitas sehari-hari. Jika terkena maag, makanan yang masuk ke dalam tubuh malah bisa menimbulkan sakit, sehingga mengganggu kegiatan.

Orang yang mengalami maag bisa sampai mengalami opname, dan mengeluarkan keringat dingin. Untuk membuat ramuannya, daun binahong direbus, setelah cukup dingin, air rebusan daun binahong diminum. Lakukan secara rutin.

#Meredakan kolesterol tinggi
Kolestrol tinggi akan menganggu peredaran darah. Peredaran darah yang tidak lancar menyebabkan terjadinya penumpukan. Penumpukkan kolesterol ini berakibat meningkatnya resiko banyak penyakit berbahaya.

Kandungan di dalam daun binahong bermanfaaat untuk meredakan kolesterol tinggi. Cara membuat ramuannya: rebus beberapa lembar daun binahong dengan air secukupnya, hingga mendidih dan air sudah agak kental. Setelah cukup dingin, minum air rebusan.

#Mengurangi asam urat
Asam urat bisa berlebihan dan menumpuk di sendi. Setelah menumpuk di sendi dan semakin lama, akan membentuk kristal yang menyebabkan kelumpuhan jangka panjang. Sehingga masalah “serius” ini tidak bisa dibiarkan.

Untuk membuatnya: rebus daun binahong (jangan lupa daun dibersihkan), air rebusan ditunggu susut, lalu masukan gelas, setelah cukup dingin, tinggal diminum. Lakukan secara rutin (jangan bolong-bolong).



#Tidak perlu dengan obat, atasi tifus dengan konsumsi daun binahong
Dilansir dari jitunews.com, bahwa khasiat daun binahong untuk menyembuhkan penyakit tifus dan radang usus disikapi positif oleh para dokter yang bekerja untuk mengobati penyakit dalam.

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya, Jawa Timur, dr. Arijanto Jonosewojo SpPd, menjelaskan penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang penularannya melalui mulut.

“Bakteri itu (Salmonella typhi) membuat peradangan pada usus halus dengan gejalanya demam hingga 38,5 °C, tidak selalu harus pakai obat untuk mengobatinnya karena daun binahong memiliki kandungan bakterisida yang mampu mengobati penyakit itu. ” kata dr. Arijanto.

Senada dengan dr. Arijanto, Agung, pekebun tanaman obat sekaligus pemilik PSP Farm juga beranggapan demikian, kendati dirinya bukan berasal dari disiplin ilmu kedokteran...

...menurutnya, selain bisa mengobati tifus, daun binahong juga memiliki kegunaan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit kanker. Kandungan penting daun binahong seperti antioksidan, asam arkobat, total fenol, dan protein yang cukup tinggi.

“Binahong memiliki khasiat mencegah dan mengobati kanker, dan dapat menyembuhkan luka dalam, seperti akibat pasca operasi,” ujar Agung.

Dalam konsumsi daun binahong untuk mengatasi penyakit tifus, penderita tidak perlu lagi meracik sendiri ramuannya (jika merepotkan), sekarang ekstrak daun binahong dalam bentuk kapsul cukup sering ditemui di toko-toko herbal, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Pada salah satu toko di Jakarta, Satu botol berisi 40 kapsul binahong harganya Rp 45 ribu.

“Biasanya orang cari kapsul binahong untuk mengobati tifus,” kata salah seorang penjual di toko herbal.



#Daun binahong berpotensi turunkan gula darah
Dilansir dari beritasatu.com, penelitian tim mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta menunjukkan daun binahong dan daun labu kuning mampu menurunkan kadar gula darah.

"Daun labu kuning mengandung senyawa cucurbitasin, sedangkan daun binahong memiliki kandungan senyawa glikon. Kedua senyawa itu berpotensi menurunkan kadar gula darah," kata ketua tim mahasiswa Masna Khomsatu Roisah di Yogyakarta.

Langkah penelitian yang dilakukan adalah membuat ekstrak daun labu kuning dan daun binahong. Membuat ekstrak daun labu kuning dan daun binahong dengan memblender, sehingga diperoleh sari-sari dari daun tersebut.

"Untuk percobaan kami menggunakan tikus putih pada penelitian tersebut. Pencekokan pada tikus dilakukan setiap satu minggu sekali selama tiga bulan dan pengamatannya dilakukan setiap satu minggu sekali," katanya.

"Berdasarkan penelitian itu diketahui bahwa daun labu kuning dan daun binahong dapat menurunkan kadar glukosa pada tikus putih. Penurunan yang paling baik terletak pada konsentrasi yang rendah yakni dua persen," katanya.

#Sering konsumsi daun binahong, usia seorang nenek bisa mencapai 105 tahun
Jika berumur panjang, umumnya manusia sekarang hanya berusia hingga 60-70 tahun. Jarang ada manusai yang berusia diatas 70 tahun, apalagi diatas 80 atau 90 tahun.

Dilansir tribunnews.com, seorang nenek bernama Magdalena Wardiyati, warga kampung Nologaten, Depok, Sleman, mengaku telah hidup selama lebih dari satu abad. Pada tahun 2015, Yati telah berumur 105 tahun.

Hal itu dibuktikannya, di KTP yang menerangkan bahwa dirinya lahir pada tanggal 10 April 1910 di Samigaluh, Purworejo, Yati telah menjadi saksi hidup, dari banyak peristiwa bersejarah yang berlangsung seabad lalu di tanah air.

Yati tinggal sendiri di rumah cucunya. Sehari-hari, Yati dibantu oleh seorang perawat yang mengurusi dirinya, mulai dari menyiapkan makanan, mandi, dll.

“Resepnya ga ada yang khusus, hanya saja saya setiap hari memang selalu konsumsi daun Binahong untuk menambah stamina saya. Jamu-jamu herbal juga saya sering minum. Semuanya bikin sehat," kata Yati.

Berbagai peristiwa bersejarah, mulai dari jaman penjajahan belanda dan jepang, proklamasi kemerdekaan, peristiwa G30S PKI, orde lama yang dipimpin oleh Soekarno sampai orde baru dipimpin oleh Soeharto.

Kisah hidup Yati berawal ketika ia dilahirkan di suatu kampung, di Samigaluh, Purworejo, pada tahun 1910. Ayahanda Yati, pada masa itu menjabat sebagai lurah.

Keluarga Yati termasuk keluarga yang cukup terpandang. Bahkan tuturnya, Dorodjatun, cikal bakal Sultan HB IX, konon sering bermain bersamanya dulu di Samigaluh.

“Saya masih ingat betul, dulu Mas Dorodjatun, ngarso ndalem kesembilan, sering main ke rumah kakek saya. Kita sering ketemu waktu kecil. Namun ketika saya remaja, beliau tak pernah ke Samigaluh lagi. Setelah dengar kabar, saya kaget, ternyata dia sudah jadi raja di Yogya,” tuturnya

Beranjak remaja, ia bersekolah di Sekolah Rakyat selama enam tahun. Ketika beusia 20 tahun, pada tahun 1930, ia bekerja sebagai seorang perawat di sebuah rumah sakit sekaligus sekolah kesehatan milik Belanda, Zending Hospital di Ndoplang, Purworejo.

Yati menikah dengan suaminya, Suwardi Sasatrosudarmo, yang masa itu menjabat sebagai seorang camat di Samigaluh. Pada tahun 1955, ia pindah ke Yogyakarta, waktu itu suaminya dipindahtugaskan di Kepatihan di pemerintah provinsi DIY.

Ia bersama suami dan anak-anaknya tinggal di Berbah, Sleman. Ia terus menetap di Berbah, sampai suaminya meninggal pada tahun 1964.

Mohon Share:


Tips Aktifitas Sehari-hari

Tips Pendidikan dan Kesehatan Anak

Tips Makanan dan Minuman

Penyakit dan Gangguan