11 Makanan & Minuman Sehat Untuk Jantung (Mencegah & Mengobati Penyakit Jantung)

Kita sering mendengar tentang makanan yang harus dihindari agar jantung tetap sehat, seperti daging merah dan garam.

Tetapi, Alhamdulillah masih cukup banyak makanan lezat yang masih bisa dikonsumsi, bahkan sebagiannya ada yang bermanfaaat bagi kesehatan jantung.

Untuk terhindar dari penyakit jantung, Anda harus menjalani pola hidup sehat. Sebuah penelitian, menemukan hasil penelitiannya bahwa dengan pola hidup yang baik, seperti olah raga teratur, tidak merokok, dan memilih makanan sehat, mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 82%.

Salah satu pola hidup sehat yaitu konsumsi mengonsumsi makanan sehat untuk jantung. Yang membantu jantung agar mampt bekerja dengan kuat.

Senyawa seperti fitonutrien yang terdapat pada sayur dan buah bisa sangat bermanfaat untuk kerja organ jantung, sehingga tubuh secara umum mampu bekerja dengan baik.

Makanan untuk kesehatan jantung
Sumber gambar: Buzz60.com

Yang akan dibahas di halaman ini:
1. Makanan sehat untuk jantung
2. Makanan yang disarankan untuk penderita penyakit  jantung
3. Makanan yang disarankan untuk penderita jantung bengkak
4. Cara menjaga kesehatan jantung, guna mencegah penyakit jantung

Makanan sehat untuk jantung

1. Buah Apel
Menurut sebuah penelitian, menemukan hasil penelitiannya bahwa konsumsi satu hingga dua apel per hari mampu untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Penelitian tersebut menunjukan bahwa apel dapat mengurangi kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh, serta membantu mengatur gula darah.

Hal ini karena kandungan fitonutrien, serta kandungan dari senyawa lain yang baik untuk organ jantung, yaitu quercetin dan pektin. Quercetin bermanfaat untuk mencegah peradangan dan asma, yang diduga juga mampu menurunkan resiko kanker.

Adapun pektin adalah serat larut yang bekerja untuk menurunkan tingkat gula darah dan tekanan darah. Peneliti menyatakan perlu penelitian lebih lanjut agar memiliki kepastian sepenuhnya akan manfaat buah apel untuk kesehatan jantung.

Menurut laman Dailymail.co.uk, bahwa apel bermanfaat untuk melawan penyakit jantung, kanker dan stroke. Apel mengandung begitu banyak bahan bermanfaat yang melindungi tubuh terkena penyakit berbahya yang mengancam kehidupan seperti kanker ataupun stroke.

Sebuah penelitian di Amerika telah mengungkapkan bahwa minum jus apel dan makan apel dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Uji klinis yang terlibat yaitu orang dewasa yang sehat minum 100 per jus apel persen setiap hari, atau makan dua buah apel.

Waktu yang dibutuhkan untuk kolesterol dalam tubuh untuk mengoksidasi atau memecah, meningkat hingga 20 persen setelah hanya enam minggu rajin konsumsi apel.

Apel mengandung fitonutrien atau fitokimia yang bertindak sebagai antixiodents terhadap LDL (low-density lipoprotein). Apel juga kaya kandungan pektin, yang serat larut yang efektif menurunkan kadar kolesterol jahat.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa makan buah-buahan dan sayuran dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit arteri koroner, tetapi ini adalah studi klinis pertama untuk menunjukkan potensi manfaat aktif senyawa dalam jus apel dan apel. “ kata Dianne Hyson, seorang ahli diet terdaftar dan peneliti utama studi.

“Asupan jus apel atau apel yagn mencukupi memiliki potensi untuk menurunkan faktor risiko penyakit jantung dalam waktu yang cukup singkat"katanya.

Peneliti Finlandia menemukan bahwa orang yang mengonsumsi apel mampu menurunkan risiko terkena stroke, karena manfaat dari senyawa aktif fitonutrien di dalam apel.

Peneliti Inggris menemukan bahwa pemakan apel memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik dibandingkan orang yang jarang makan apel.

Setelah menganalisis kesehatan dan catatan diet 2.512 orang, para ilmuwan menemukan hubungan yang kuat antara fungsi paru-paru yang baik dan sehat dengan jumlah apel yang dimakan setiap minggu.


2. Teh Hijau
Ada sejumlah penelitian memberikan hasil bahwa konsumsi teh hijau mampu menurunkan risiko penyakit jantung. Seperti pada penelitian di Jepang, hasil penelitiannya bahwa mereka yang minum lebih dari lima cangkir (kecil) teh hijau dalam sehari memiliki risiko sekitar 25 persen lebih rendah mengalami kematian akibat serangan jantung dan stroke.

Melihat hasil penelitian di Jepang tersebut, disamping itu perlu berhati-hatilah berlebihan dalam minum teh hijau. Meminum lebih dari lima cangkir teh hijau tiap hari, berakibat meningkatnya risiko terkena penyakit batu ginjal.

Sehingga disamping konsumsi teh hijau, juga perlu konsumsi air putih dalam jumlah yang mencukupi bagi kebutuhan tubuh.

3. Kacang-kacangan
Konsumsi kacang seperti kacang merah hingga tiga cangkir seminggu, selain kaya kandungan fitonutrien yang baik untuk kesehatan jantung, juga kaya serat dan air yang membuat tubuh lebih mudah kenyang, sehingga terhindar dari makan berlebihan.

Kacang-kacangan juga kaya antioksidan yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas, yang bisa memicu kanker, penyakit Parkinson, dan Alzheimer.

Menurut laman Mayoclinic.org, makan kacang membantu kesehatan dan fungsi organ jantung, seperti kenari, almond dan kacang-kacangan lainnya yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Jenis kacang yang dimakan tidak begitu penting, karena semaunya memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh, walau pada beberapa jenis kacang-kacangan memiliki lebih banyak nutrisi untuk jantung sehat, disarankan konsumsi seperti kenari, almond, hazelnut.

Konsumsi kacang yang cukup bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Dimana LDL yang tinggi memicu resiko tinggi penyakit jantung.

Manfaat lainnya yaitu menurunkan risiko terjadinya pembekuan darah yang memicu serangan jantung, manfaat selanjutnya yaitu meningkatkan kesehatan pada lapisan arteri.

Banyak kacang-kacangan yang kaya asam lemak omega-3 yang manfaat untuk kesehatan organ hati, mencegah irama jantung yang berbahaya (karena apat memicu serangan jantung).

Semua kacang memiliki kandungan serat, yang berhasiat untuk menurunkan kolesterol, serat juga membuat tubuh mudah merasa kenyang, sehingga mencegah Anda makan berlebihan.

Kacang memiliki kandungan Vitamin E yang membantu menghentikan perkembangan plak di arteri, dimana pengembangan plak di arteri menimubulkan menyebabkan nyeri dada, serta memicu penyakit arteri koroner atau serangan jantung.

Pada beberapa kacang mengandung sterol, yang membantu menurunkan kolesterol. Lalu kandungan l-arginin membantu meningkatkan kesehatan dinding arteri serta mencegah penggumpalan darah yang bersiko tinggi menghambat aliran darah.

4. Bawang
Bawang putih diketahui tidak berakibat buruk pada tekanan darah, sehingga aman jika sering dikonsumsi. Bawang putih sering digunakan untuk menambah rasa gurih pada makanan. Bawang putih justru baik untuk kesehatan jantung.

Menurut laman Newsmax.com, ekstrak bawang putih mampu mengatasi penyakit jantung dan masalah akumulasi plak arteri. Penelitian ini dilakukan di Harbor-UCLA Medical Center, yang dipimpin oleh ahli jantung Matthew Budoff, M.D.

"Kami telah menyelesaikan empat studi, dan semuanya telah menemukan kesimpulan bahwa ekstrak bawang putih bermanfaat untuk memperlambat aterosklerosis dan mengatasi tahap awal penyakit jantung." Kata Matthew Budoff.

loading...

5. Buah Anggur
Buah anggur diduga memiliki manfaat mencegah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Hal itu karena buah anggur memiliki kandungan serat dan senyawa quercetin. Manfaatnya untuk melindungi pembuluh darah dari masalah penyumbatan.

Menurut laman Healthyeating.sfgate.com, buah anggur mengandung fitonutrien yang disebut polifenol dan asam fenolik. Pada masa peradaban kuno dahulu, banyak yang menyadari manfaat kesehatan dari buah anggur.

Buah anggur membantu mencegah penyakit jantung dan diabetes. Manfaat ini karena kandungan polifenol dan asam fenolik di dalamnya. Buah anggur juga relatif tinggi kandungan kalium.

Yang paling penting, buah anggur mengandung senyawa polifenol dan asam fenolik. Polifenol telah dikaitkan dengan kesehatan jantung yang baik.

Aterosklerosis adalah jenis penyakit jantung yang mengakibatkan penumpukan LDL (kolesterol jahat) di dinding arteri, terutama jantung dan otak. Aterosklerosis memicu serangan jantung atau stroke. Polifenol dalam buah anggur mencegah penyakit jantung dengan meminimalisir proses aterosklerosis.

6. Biji-bijian utuh
Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah hingga jagung dapat menjadi sumber utama karbohidrat. Biji-bijian tersebut juga mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin B, zat besi, zinc dan magnesium.

Manfaatnya mampu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker dan obesitas. Khusus pada jenis buji chia merupakan biji makanan yang berasal dari tanaman di Gurun Salvia Hispanica di Meksiko.

Pakar nutrisi, Joy Bauer menngatakan bahwa biji chia mengandung omega 3 dan serat yang membuat tubuh mudah kenyang. Kandungan serat di dalamnya berperan untuk mmbantu mengurangi kadar kolesterol jahat.

7. Kubis
Selain kaya kandungan fitonutrien yang bermanfaat untuk kesehatan organ jantung, kubis juga mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin K, kalsium, potasium, dan zat besi, yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh secara umum.

Menurut laman Timesofindia.indiatimes.com, bahwa brokoli, kubis dan kembang kol mampu melindungi arteri dan baik untuk kesehatan organ jantung,.

Terbentuknya plak lemak dalam arteri (aterosklerosis) menyebabkan penyakit jantung. Kandungan sulforaphane yang merupakan senyawa alami ditemukan dalam kubis brussel, kol, kembang kol, kangkung, bermanfaat untuk mengurangi perkembangan penyakit pada arteri.

8. Buah Beri
Macam-macam buah beri seperti bluberi, stroberi, rasberi, dan blackberry, kaya kandungan serat dan antidioksidan yang berkhasiat menurunkan resiko serangan jantung. Hal yang cukup baik, bahwa rasa manis di dalam buah beri tidak memicu diabetes.

9. Buah Jeruk
Pelatih fitness terkenal Joel Harper mengklaim bahwa kandungan pektin yang terkandung di dalam buah jeruk membantu untuk menetralkan protein galektin-3 yang merusak sel-sel jaringan pada jantung.

Menurut laman Dailymail.co.uk, bahwa buah jeruk membantu menjaga arteri dan melindungi tubuh dari serangan jantung. Kandungan di dalam buah jeruk mengurangi kadar kolesterol darah. Hal ini berdasarkan sebuah studi yang menggunakan obyek tikus.

Temuan ini dinilai mampu menjelaskan penyebab orang-orang yang tinggal di Mediterania cenderung memiliki umur lebih panjang, serta umumnya punya resiko penyakit jantung yang rendah.

Para peneliti di Universitas Ibrani di Yerusalem, menemukan hasil penelitiannya bahwa senyawa flavanon mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan rasio kolesterol baik (HDL).

Disarankan bagi penderita kolesterol tinggi jangan lupa mengkonsumsi buah jeruk, setidaknya 1 kali dalam seminggu.



10. Madu
Menurut koki dan konsultan gizi Kirsten Helle, bahwa madu terkadang disamakan dengan gula karena rasa manisnya. Padahal manis yang terdapat pada madu adalah jenis pemanis alami yang bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Beberapa studi menunjukkan bahwa madu mampu mengurangi kadar kolesterol tubuh. Peneliti juga berkata bahwa madu mungkin baik untuk memerangi penyakit jantung.

Sebuah studi yang melibatkan 25 pria berusia 18-68, menemukan hasil penelitiannya bahwa minum campuran madu dan air mampu meningkatkan kadar antioksidan dalam darah.

Kisaran kandungan antioksidan pada madu sebanding dengan yang ada pada apel, pisang, jeruk dan stroberi.

Dari laman Dailymail.co.uk, para peneliti sudah tahu bahwa madu mengandung berbagai jumlah antioksidan, terutama pada madu yang gelap. Sebuah studi untuk melihat bagaimana konsumsi madu mampu bermanfaat bagi kadar antioksidan di dalam darah.

Studi dengan beberapa orang relawan. Peserta diberikan sekitar empat sendok makan madu per 16 ons segelas air. Dr Engeseth menyampaikan temuannya pada pertemuan American Chemical Society di Boston, Massachusetts.

Timnya juga sudah berencana melakukan studi dengan obyek kelinci, guna menentukan apakah madu mampu menghambat pembentukan plak yang menyebabkan penyempitan arteri.

11. Coklat Hitam
Bagi penggemar coklat tentu ini cukup menggembirakan. Seorang pakar kesehatan bernama Dr. Nancy Snyderma mengatakan bahwa coklat hitam mengandung flavonoid yang bisa menurunkan resiko penyakit kardiovaskular. Tetapi Dr. Nancy mengingatkan untuk untuk tidak menyantap cokelat secara berlebihan.

Menurut laman My.clevelandclinic.org, cokelat mendapatkan banyak liputan media dalam beberapa tahun terakhir, karena diyakini membantu melindungi sistem kardiovaskular tubuh, hal itu karena biji kakao (sumber bahan cokelat) kaya akan kandungan flavonoid.

Selain itu, kandungan antioksidan diyakini bekerja untuk membantu sel-sel tubuh melawan kerusakan akibat radikal bebas dari kontaminasi lingkungan, asap rokok, paparan cahaya matahari berlebihan, dll.

Apabila tubuh kekurangan antioksidan, berakibat kolesterol jahat (LDL) beresiko tinggi akan membentuk plak di dinding arteri.

Adapun Flavonoid yang ditemukan di kakao dan cokelat, juga memiliki kualitas antioksidan. Penelitian para ahli menunjukkan bahwa flavanol (flavanols salah satu jenis Flavonoid yang paling meononjol dan bermanfaat) bekerja untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung.

Apakah semua jenis cokelat yang sehat? Sebelum memilih cokelat permen atau kue cokelat, penting diketahui bahwa tidak semua produk coklat punya kandungan penting flavanols yang tinggi.

Kakao secara alami tinggi kandungan flavanols. Ketika kakao diolah menjadi produk cokelat, maka akan berkurang kandungan flavanols. Semakin banyak cokelat diproses / diolah (seperti proses fermentasi, alkalizing, memanggang, dll) maka semakin kandungan flavanols semakin berkurang.

Kebanyakan cokelat komersial (produk coklat) diolah dengan banyak proses. Kabar baiknya bahwa sekarang sebagian besar produsen coklat sedang mencari cara untuk menjaga keutuhan kandungan flavanols dalam cokelat (agar jangan terlalu banyak berkurang kandungannya).

Untuk saat ini, pilihan terbaik adalah cokelat hitam berupa prosuk coklat susu dan bubuk kakao yang belum mengalami pengolahan.

Makanan yang disarankan untuk penderita penyakit jantung

Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyumbatan koroner, pembuluh darah koroner atau pembuluh besar tersumbat. Resiko penyakit ini bisa diturunkan menjadi seminimal mungkin resikonya dengan pola hidup sehat.

Penting untuk berhenti merokok, menghindari stress dan memakan makanan sehat. Beberapa makanan yang baik untuk penderita penyakit jantung koroner yaitu makanan yang mengandung asam folat, seperti sari jeruk, brokoli, kacang merah, dan bayam.

Kemudian makanan kaya vitamin B6 dan vitamin E seperti pisang, alpukat, daging ayam tanpa lemak, beras merah, gandum dan kacang-kacangan.

Kemudian makanan kaya beta karoten, lycopene dan serat, seperti wortel, tomat, dan juga sayuran hijau. Yang berkhasiat untuk menurunkan resiko penyakit jantung koroner, dan juga untuk mengatasinya agar kondisinya tidak memburuk.

Lalu makanan kaya asam lemak omega 3 seperti ikan tuna, sarden, makarel. Yang sangat baik untuk kesehatan organ jantung dan pembuluh darah.

Makanan yang disarankan untuk penderita penyakit jantung bengkak

Pembengkakan pada jantung adalah bagian dari penyakit jantung, penyebabnya karena kurang melakukan aktivitas fisik, dalam sebulan tidak pernah berolahraga, atau mengalami kelainan jantung sejak lahir, mengalami kondisi otot jantung yang lemah, tekanan darah yang tinggi, dan kerusakan pada katup jantung.

Adapun makanan yang direkomendasikan bagi penderita penyakit jantung bengkak, yaitu tomat, dengan kandungan antioksidannya membantu untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Disarankan juga konsumsi bawang putih yang mampu meredakan nyeri jantung, dan menjaga kerja organ jantung. Lalu kacang-kacangan seperti almond dan kacang tanah juga baik untuk dikonsumsi, yang mampu meminimalisir pembesaran pada otot jantung dan menjaga kesehatan jantung secara umum.

Cara menjaga kesehatan jantung, guna mencegah penyakit jantung

Penting untuk mengonsumsi makanan sehat dan membatasi asupan garam agar tidak lebih dari 5-6 gram per hari. Lalu rutin berolahraga (3-7 kali dalam seminggu), jangan merokok, jangan minum alkohol dan batasi konsumsi minuman bersoda (lebih baik utamakan minum air putih).

Hal itu dilakukan agar tubuh sehat dan jantung dapat selalu bekerja dengan baik dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Berikut makanan sehat untuk mencegah penyaktit jantung:

Sarapan bubur gandum
Gandum kaya beta-glucan, serat yang berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat penyebab penyakit jantung.

Menurut ahli gizi Dr Sarah Schenker, hanya dengan 3 gram beta-glucan per hari (setara semangkuk bubur gandum) sudah bisa bermanfaat untuk menurunkan kolesterol sebesar 10 persen.

Hal ini bukan berarti dalam setiap makan, menunya selalu gandum, ini jelas salah, hendaknya menu makanan bervariasi.

Bersihkan gigi secara teratur
Penyakit gusi telah dikaitkan menjadi penyebab pengerasan arteri dan serangan jantung. Bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi bisa beresiko memicu peradangan, yang berakibat meningkatknya resiko penyakit jantung.

Untuk itu, para ahli kesehatan menyarankan agar menyikat gigi secara teratur, yaitu sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Pastikan sebelum tidur Anda menggosok gigi.

Batasi konsumsi gula
Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa asupan gula berlebih bisa memicu resiko tinggi hipertensi (tekanan darah tinggi).

Dr James Di Nicolantonio, seorang ilmuwan penelitian kardiovaskular di St Luke Mid America Heart Institute, yang memimpin penelitian, menjelaskan pentingnya membatasi asupan gula, bukan hanya membatasi asupan garam.

Sesekali berlibur ke tempat yang cerah
Pergi berlibur sesekali tampaknya perlu dilakukan (terlalu sering juga tidak baik). Peneliti di University of Pittsburgh, Amerika, menjelaskan bahwa liburan di suatu tempat yang cerah bisa bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Tahun lalu, universitas-universitas di Southampton dan Edinburgh menemukan bahwa sinar matahari bermanfaat untuk mengubah kadar oksida nitrat, yang berfungsi merenggangkan pembuluh darah, serta membantu tekanan darah turun.

Berdasarkan penelitiannya, bukan berarti kita terlalu sering berjemur di bawah sinar matahari, karena justru bisa mendatangkan resiko radikal bebas.

Jangan menunda buang air kecil
Sebuah studi pada orang yang mengalami penyakit jantung dini di Taiwan, menunjukkan bahwa kandung kemih yang terlalu penuh beresiko pada timbulnya penyakit jantung.

Dimana jantung menjadi berdetak lebih cepat dan menempatkan tekanan yang tidak perlu pada arteri koroner, sehingga memicu kontraksi.

Jangan terlalu lama duduk
Hasil penelitian mejelaskan bahwa duduk selama 8 jam sehari berakibat meningkatnya risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes sebesar 40 persen.

Sehingga John Buckley, seorang profesor ilmu olahraga terapan di Chester University menyarankan agar jangan duduk lebih dari 4 jam, cobalah sekali-kali berdiri. Dia menyarankan agar maksimal duduk dua jam, yang di selingi berdiri selama 30 menit.


Mohon Share:


Tips Aktifitas Sehari-hari

Tips Pendidikan dan Kesehatan Anak

Tips Makanan dan Minuman

Penyakit dan Gangguan