Pantangan & Anjuran Makanan Bagi Penderita Stroke

Penyakit stroke merupakan kondisi terjadinya gangguan pada kerja otak yang disebabkan terhambatnya (kurang maksimalnya) aliran darah ke otak.

Penyakit Stroke ini disebabkan dari dua masalah yaitu masalah pembuluh darah yang tersumbat, dan masalah pecahnya pembuluh darah.

Untuk orang tua yang terkena stroke, umumnya karena pembuluh darah yang mengeras, atau juga terjadinya penumpukan lemak pada pembuluh darah.

Adapun penyakit Stroke pada masa remaja dan usia produktif, seringnya karena masalah gaya hidup yang buruk, seperti merokok, penggunaan narkoba, stress yang tidak seharusnya, gaya hidup yang tidak sehat, mengkonsumsi alkohol dan lainnya.

Tentunya hal tersebut bisa dicegah dengan menghindari melakukan hal-hal buruk tersebut.

Penyakit Stroke

Stroke terdiri dari dua macam yaitu stroke ringan dan juga stroke berat. Untuk masalah Stroke ringan terjadi karena aliran darah yang tersumbat, atau aliran darah menuju otak yang berkurang karena terhambat.

Aliran darah dapat mengalami tersumbat seperti itu karena darah yang membeku. Setelah itu masih ada peluang besar agar darah akan kembali mengalir melalui arteri atau vena.

Penting diketahui, bahwa stroke ringan ini bisa menjadi peringatan bahwa seseorang dapat beresiko terkena penyakit stroke berat.

Adapun gejala stroke pada umumnya yaitu:
  1. Rasa kesemutan pada sebagian tubuh 
  2. Kesulitan dalam berbicara 
  3. Kesulitan mengungkapkan pikiran 
  4. Kesulitan memahami apa yang diucapkan 
  5. Kesulitan memahami tulisan yang dibacanya 
  6. Sulit memahami apa yang dikatakan orang lain 

Pola hidup yang baik dan kebiasaan makan yang sehat, sangat penting untuk mengurangi 3 faktor seseorang dapat terkena stroke, seperti kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, dan juga obesitas (kelebihan berat badan). Jika mengalami 3 penyakit ini, maka resiko stroke juga semakin tinggi.

Makanan sehat dianjurkan bagi penderita penyakit stroke:
Rekomendasi makanan sehat yang dianjurkan untuk penderita stroke, serta gaya hidup yang baik untuk penderita stroke, berikut di bawah ini poin-poinnya::

1. Sayuran dan buah

Sebuah kewajiban untuk mengkonsumsi banyak sayur dan buah, karena manfaatnya yang tidak diragukan lagi sangat besar bagi kesehatan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, penyakit stroke terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat atau bila pembuluh darah di otak pecah, mengakibatkan jaringan otak mati. Stroke menjadi empat penyebab utama keempat kematian di Amerika Serikat. Demikian seperti dilansir dari laman Shape.com

Dalam analisis dari 20 studi yang sudah dilakukan, dengan melibatkan 760.000 pria dan wanita, sebanyak 17.000 orang terkena resiko tinggi stroke. Para peneliti menemukan bahwa untuk konsumsi 200 gram buah setiap hari, maka risiko stroke turun 32 persen.

Konsumsi 200 gram sayuran setiap hari, risiko stroke menurun 11 persen. Dalam penelitian tersebut tidak ada perbedaan yang signifikan pada orang muda dan tua.

Para peneliti mengklaim bahwa makan buah-buahan dan sayuran, terutama jeruk, apel, pir, dan sayuran berdaun mampu melindungi tubuh dari resiko stroke. Hal itu karena buah dan sayuran dapat menurunkan tekanan darah (yang menjadi penyebab untuk tingginya resiko stroke) dan meningkatkan fungsi mikrovaskuler, merupakan aliran cairan dari pembuluh darah ke jaringan tubuh.

Terdapat banyak nutrisi berlimpah dalam buah-buahan dan sayuran seperti serat, kalium, folat, dan antioksidan seperti vitamin C, beta-karoten, dan flavonoid yang dihubungkan dengan manfaat penurunan risiko stroke.

Sebuah artikel yang dipublikasikan pada American Heart Association jurnal Stroke menyatakan bahwa makan dengan mengutamakan buah dan sayuran memberikan manfaat basar dalam penurunan risiko stroke.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam mengatasi stroke ini, sangat penting mengkonsumsi buah dan sayuran dengan banyak jenisnya, seperti apel, mangga, pir, pisang, plum, kiwi, aprikot, berry, ceri, melon, semangka, pepaya, nanas dan banyak jenis sayuran. Itu sangat direkomendasikan dikonsumsi sehari-hari.



2. Makanan berserat tinggi

Usahakan untuk mengutamakan mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi. Makanan berserat memiliki banyak sekali manfaat, yang membuat seseorang HARUS memasukan makanan berserat ke dalam daftar menu makanan sehari-hari. Manfaatnya yaitu:
  1. Untuk kesehatan jantung secara umum
  2. Mencegah kanker
  3. Serat mengikat kolesterol sehingga mampu untuk menurunkan kolesterol
  4. Mencegah batu ginjal dan batu empedu.
  5. Untuk kesehatan kulit, karena serat membantu membersihkan tubuh dari racun, yang bermanfaat untuk kesehatan kulit dan kesehatan tubuh secara umum.
  6. Mencegah Stroke .
  7. Serat mencegah mudah lapar, sehingga manjaga berat badan agar tidak berlebihan (obesitas)
  8. Menyehatkan pencernaan, mencegah konstipasi dan wasir. Dengan membantu mengeluarkan limbah dan racun melalui proses ereksi.
  9. Serat membantu agar limbah dibuang tanpa meninggalkan residu, sehingga mencegah kanker usus.

Makanan-makanan yang tinggi serat seperti apel yang mengandung serat yang larut, asam organik, dan kalium. Sebuah apel berukuran biasa memiliki asupan sekitar 4,4 gram serat.

Pisang mampu menambah energi tubuh dan meningkatkan kesehatan pencernaan. Pisang umumnya punya kandungan serat sebanyak 0,6 gram per 100 gram. Selain itu, pisang memiliki kandungan yang cukup banyak pada vitamin A, vitamin C, fosfor, dan zat besi.

Pisang memiliki khasiat untuk mengurangi kadar asam dalam lambung, menurunkan kadar kolesterol, mengobati penyakit jantung dan stroke, menurunkan dan mencegah demam dan menurunkan tekanan darah.

Buah pir memiliki kandungan serat yang cukup banyak. Pir hijau mengandung vitamin C, kalium, magnesium, pektin. Adapun kandungan seratnya memiliki kadar 2,3 gram per 100 gram. Pir hijau juga bermanfaat untuk meredakan panas dalam, untuk pencernaan, meredakan batuk, dan sebagai antioksidan.

Alpukat kaya kandungan serat, menjadi sumber asam lemak tak jenuh tunggal, berkhasiat menurunkan kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Makanan lainnya yang kaya serat yaitu pepaya (kadar serat 1,3 gram per 100), jambu biji merah (kadar serat 7,3 gram per 100 gram), kentang (kadar serat 3 gram per 100 gram), brokoli, bayam, lobak, ubi jalar, kembang kol, kubis merah, kacang kedelai, dan labu.

Buah yang kaya akan serat sangat baik untuk mencegah dan mengatasi penyakit jantung dan stroke. Penuhi kebutuhan tubuh akan serat dalam setiap harinya.

3. Konsumsi ikan

Ikan memiliki mafaat besar yang tidak diragukan lagi, sehngga jangan lupa untuk mengkonsumsi ikan, minimalnya seminggu sekali.

Konsumsi ikan dan minyak ikan diketahui pertama kali punya manfaat untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular pada tahun 1960-an yang lalu. Sejak saat itu, sejumlah penelitian tentang manfaat ikan yang dikaitkan dengan mengatasi permasalahan stroke. Demikian seperti dilansir dari laman Ncbi.nlm.nih.gov

Penelitian dari pihak Nurses Health Study menemukan bahwa konsumsi ikan mampu untuk menurunkan risiko stroke, walaupun tidak signifikan sehingga. Seperti penelitian yang menunjukan hasil bahwa wanita yang secara teratur makan ikan terkena resiko stroke yang lebih kecil, dibandingkan dengan wanita yang tidak (jarang) makan ikan.

Adapun penurunan yang signifikan yaitu pada risiko stroke trombotik. Dengna pengamatan pada wanita yang makan ikan setidaknya dua kali per minggu, dibandingkan dengan wanita yang makan ikan kurang dari 1 kali per bulan, setelah menyesuaian faktor usia, merokok, risiko kardiovaskular dan lainnya. Diperoleh hasil, bahwa konsumsi ikan beberapa kali per minggu mampu mengurangi risiko stroke trombotik, tetapi tidak meningkatkan risiko stroke hemoragik.

loading...

4. Konsumsi susu yang rendah lemak

Dengan memiliki badan yang ideal, dan terhidar dari obesitas (kegemukan) maka semakin mencegah terkena masalah stroke yang sangat mengerikan. Banyak usaha untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah konsumsi susu rendah lemak.

Selain dinilai bahwa susu punya banyak manfaat kesehatan, memilih susu rendah lemak membantu tubuh menurunkan kadar lemaknya. Susu rendah lemak (low fat) menjadi pilihan banyak orang yang sedang menjalani diet, karena bermanfaat mengurangi lemak di dalam tubuh.

Pada sebuah riset terbaru menemukan manfaat lain dari susu rendah lemak, yaitu menekan risiko terjadinya serangan stroke. Para ilmuwan dari Karolinska Institute Swedia, melakukan penelitian yang melibatkan hampir 75.000 pria dan wanita asal Swedia. [Dilansir dari laman Kompas.com]

Semua peserta memiliki kondisi kesehatan yang baik, saat penelitian itu dimulai pada tahun 1997. Kemudian, peneliti meminta peserta mengisi sebanyak 96-item kuisioner makanan. \

Selama masa pengamatan sekitar 10 tahun, peneliti menemukan bahwa ada sekitar 4.000 kasus stroke yang terjadi.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang rutin minum produk susu rendah lemak, 12 persen lebih rendah risikonya menderita stroke dibandingkan mereka yang mengonsumsi produk tinggi lemak.

"Jika seseorang mengonsumsi lebih banyak susu rendah lemak ketimbang susu tinggi lemak, mereka akan mendapatkan keuntungan salah satunya penurunan risiko stroke..," kata Dr Susanna Larsson, profesor epidemiologi di Division of Nutritional Epidemiology, Karolinska Institute, Stockholm (pemimpin utama studi).

Data dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa setiap empat menit seseorang meninggal akibat stroke, dan setiap 40 detik ada satu kasus baru orang terkena stroke di AS.

Setiap tahunnya, sekitar 795.000 orang di Amerika Serikat menderita stroke. Sementara di Indonesia kondisinya tidak jauh berbeda, penyakit stroke menjadi salah satu penyebab kematian terbesar.

5. Oatmeal

Oatmeal adalah makanan olahan yang berasal dari biji gandum, kandungan nutrisinya yaitu kalori, protein dan lemak.

Nutrisi yang terkandung di dalam oatmeal berfungsi untuk memasok energi untuk tubuh,menjaga persediaan cairan tubuh, membantu penyerapan vitamin dan memperbaiki jaringan sel tubuh. Serat dalam oatmeal membantu proses penyerapan kolesterol dalam darah, serta menjaga kadar gula dalam darah agar tetap dalam kondisi baik.

Menurut Whfoods.com, bahwa terdapat banyak penelitian yang menyebutkan, makan biji-bijian seperti gandum (oatmeal) terkait dengan perlindungan terhadap stroke iskemik, diabetes, resistensi insulin, obesitas, dan kematian dini.

Sebuah studi baru dan editorial yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, merekomendasikan setidaknya 3 porsi biji-bijian harus dimakan setiap hari.

6. Pepaya. Buah pepaya tidak mengandung kolesterol sehingga baik untuk dikonsumsi penderita stroke. Selain itu pepaya rendah kalori yaitu sekitar 38 kalori per 100 gram. Pepaya mengandung vitamin B kompleks bermanfaat dalam proses metabolisme tubuh. Kandungan senyawa asam folat dan piridoksin di dalam pepaya bermanfaat untuk penderita stroke. Kandungan kalium menjaga kenormalan detak jantung sehingga baik untuk penderita stroke.



7. Pisang. Buah pisang memiliki manfaat yang sangat besar untuk penderita stroke. Dalam buah pisang banyak ditemukan kalium yang berperan penting dalam menjaga denyut jantung. Kandungan potasium sebagai pengganti cairan tubuh. Potasium dan kalium bermanfaat untuk mengatur tekanan darah agar tetap dalam kondisi normal.

8. Tomat mengandung senyawa licopene untuk mencegah radikal bebas, mengendalikan proses peradangan dan mengatasi kolesterol buruk di dalam tubuh. Sebuah penelitian dari pihak Universitas Harvard, menemukan bahwa senyawa licopene di dalam tomat mencegah proses pembekuan darah yang sangat berbahaya bagi penderita stroke. Tomat menjadi asupan baik bagi penderita stroke karena masalah penggumpalan darah.

9. Brokoli adalah sayuran hijau yang sangat baik untuk melindungi jantung. Kandungan antioksidan di dalamnya bermanfaat untuk mengurangi resiko kerusakan jantung karena radikal bebas. Berbagai kandungan di dalam brokoli mampu menjaga sistem aliran darah dalam jantung, mencegah pembekuan darah dan mengatasi maslaah infeksi.

10. Stroberri memiliki senyawa anti oksidan bermanfaat untuk merawat sistem kerja jantung, mengatasi peradangan pada arteri, mencegah terbntuknya plak pada arteri jantung, meningkatkan aliran darah pada jantung dan menjaga kelebaran pembuluh darah (agar tidak menyempit). Kandungan vitamin C, kalsium, zat besi, serat dan seng sangat penting untuk merawat jantung dan pembuluh darah bagi penderita stroke.

11. Anggur mengandung polifenol dari senyawa resveratrol, yang menjadi sumber antioksidan berfungsi melindungi jantung dan pembuluh darah, serta menjadikan sistem pembuluh darah lebih rileks.

Pantangan makanan penderita stroke

1. Batasi konsumsi pemanis buatan. Hindari atau minimal mengurangi untuk mengkonsumsi minuman dan makanan dengan pemanis tambahan. Bahkan, secara umum gula memicu kegemukan dan penyumbatan pada pembuluh darah, yang memperburuk kondisi stroke.

2. Hati-hati pada makanan sangat asin. Batasi konsumsi makanan yang mengandung banyak garam (natrium), dimana batas aman asupan sodium tidak lebih dari 1500 mg per harinya. 

3. Jangan merokok. Penting untuk berusaha berhenti merokok, selain itu juga hindari tempat-tempat para perokok berkumpul, karena Anda bisa terkena asapnya. Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan juga penyakit paru-paru.

4. Batasi makanan berlemak. Jangan berlebihan dalam mengkonsumsi makanan berlemak, karena makanan yang mengandung kandungan lemak tinggi, sudah tidak diragukan menjadi salah satu penyebab utama seseorang terkena stroke.

5. Batasi asupan lemak jenuh. Hindari konsumsi makan yang memiliki banyak kandungan lemak jenuh dan lemak trans maka cukup berbahaya, karena dapat meningkatkan kadar kolesterol di darah.

6. Hindari minuman alkohol. Hindari minuman beralkohol, karena memicu tekanan darah meningkat.

7. Batasi asupan natrium. Makanan yang terlalu tinggi akan kandungan natrium, memberikan dampak buruk berupa meningkatkan tekanan darah, dan menyebabkan obesitas.

8. Hindari makanan kolesterol tinggi. Pantangan yang paling utama dihindari yaitu makanan mengandung kolesterol yang tinggi, seperti udang, kuning telur, cumi-cumi, kepiting, daging kambing, bebek, kulit ayam dan jeroan. Makanan yang disebutkan tersebut bisa menyebabkan terjadinya penumpukan plak pada pembuluh darah, meningkatkan resiko komplikasi jantung dan memperparah penyakit stroke yang diderita.

Tips lainnya bagi penderita stroke

Penderita stroke biasanya mengalami lumpuh sebelah pada tubuh, mengalami gangguan komunikasi, gangguan penglihatan dan mudah emosi. Sehingga kesembuhan sangat diharapkan.

Usahakan untuk mengkonsumsi beraneka ragam makanan bernutrisi, dengan mengkonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran maka hal ini sudah sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan berat badan, mencegah kadar kolesterol yang tinggi, dan mencegah tekanan darah tinggi.

Kemudian, penting untuk meminimalisir konsumsi makanan yang mengandung kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi. Selain itu, hindari penggunaan minyak goreng berulang kali, karena sangat tidak sehat.

Rehabilitasi stroke
Rehabilitasi adalah sebuah proses pemulihan, bagi penderita stroke guna melancarkan kembali fungsi gerak, otot, dan otaknya. Terapi yang dilakukan harus sesuai dengan saran dokter spesialis rehabilitasi.

Terapi yang dilakukan di rumah sakit sudah dirancang oleh dokter serta disesuaikan dengan kondisi pasien. Terapi yang dilakukan seperti latihan berdiri, duduk, berjalan dan bicara. Sampai pada tahap pasien mendekati pulih, biasanya pasien dilatih untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Rehabilitasi dinilai efektif untuk memperbaiki kerusakan otak dan alat gerak. Apabila rehabilitasi ingin dilakukan pihak keluarga, maka tetap perlu brkonsultasi dengan dokter spesialis. Latihan fisik guna pemulihan dan memberikan stimulus pada sel syaraf yang telah rusak akibat stroke.


Mohon Share:


Tips Aktifitas Sehari-hari

Tips Pendidikan dan Kesehatan Anak

Tips Makanan dan Minuman

Penyakit dan Gangguan