3 Fase Proses Penyembuhan Luka Yang Menakjubkan

Penyembuhan luka merupakan sebuah proses yang cukup kompleks dengan berbagai faktor, dimana faktor-faktor tersebut saling terkait pada proses penyembuhan luka.

Penjelasan secara sederhananya bahwa luka adalah rusaknya kesatuan / komponen jaringan.

Dan tentunya jika seseorang mengalami luka maka akan sangat mengharapkan luka yang dideritanya tersebut  cepat segera sembuh.

Untuk kesembuhan luka tentunya akan melalui proses-proses...

Proses penyembuhan luka merupakan sebuah fenomena yang sangat menakjubkan, seperti yang sudah dikatakan bahwa proses penyembuhan melibatkan banyak faktor yang mempengaruhi.

Faktor-faktor tersebut secara garis besar yaitu termasuk keadaan fisik dan psikologis...

Bahkan kondisi psikologis seseorang dapat menyebabkan waktu proses penyembuhan menjadi cepat atau justru lama.

Proses penyembuhan luka sebenarnya terjadi secara normal tanpa bantuan, walaupun beberapa bahan perawatan akan bisa membantu untuk proses penyembuhan lebih cepat.

Seperti salah satu proses perawatan untuk melindungi area yang terkena luka agar bebas dari kotoran, hal itu dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan pada area tubuh yang terkena luka tersebut.

Dengan melakukan hal ini, maka akan sangat efektif membantu meningkatkan penyembuhan jaringan yang luka tersebut.

Fase penyembuhan luka melalui 3 tahap, yaitu:


1. Tahap / Fase Inflamasi

Tahap inflamasi ini berlangsung sejak terjadinya luka sampai sekitar hari kelima atau seminggu.

Pada tahap ini, Pembuluh darah yang terputus pada daerah luka akan menyebabkan terjadinya pendarahan.

Dengan begitu tubuh akan berusaha untuk menghentikannya dengan mengerutkan ujung pembuluh darah yang terputus.

Pada tahap ini juga Leukosit mengeluarkan enzim hidrolitik untuk membantu mencerna bakteri dan kotoran pada luka.

Limfosit dan monosit kemudian akan muncul dan ikut menghancurkan dan memakan kotoran luka dan bakteri.

2. Tahap Proliferasi

Tahap proliferasi berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira-kira akhir minggu ketiga.

Fibroblast berasal dari sel mesenkim (yang belum berdiferensiasi), kemudian menghasilkan mukopolisakarida, asama aminoglisin, dan prolin yang merupakan bahan dasar kolagen serat, dimana mereka akan bekerja untuk mempertautkan tepi luka.

Pada fase ini serat akan dibentuk dan dihancurkan kembali untuk penyesuaian diri dengan tegangan yang ada pada luka yang cenderung mengerut. 

Kemudian luka akan dipenuhi sel radang, fibroblast, dan kolagen, yang membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus (disebut jaringan granulasi).

Epitel tepi luka terdiri dari sel basal yang terlepas dari dasarnya, kemudian berpindah mengisi permukaan luka.

Tempatnya kemudian diisi oleh sel baru yang terbentuk dari proses mitosis. Dengan tertutupnya permukaan luka, proses fibroplasia untuk pembentukan jaringan granulasi juga akan berhenti. Kemudian mulailah proses pematangan ke tahap penyudahan.

3. Tahap Penyudahan

Pada fase Penyudahan terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi, dan akhirnya jaringan yang baru akan terbentuk kembali. 

Fase ini memakan waktu berbulan-bulan dan akan dinyatakan selesai jika semua tanda radang (luka) sudah hilang semuanya.

Nah, tubuh akan berusaha untuk membuat normal kembali dari akibat peradangan luka tersebut. Selama proses pada tahap ini akan terlihat jaringan parut yang pucat, tipis, dan lemas.

Demikian saja telah dijelaskan secara sederhana tentang proses penyembuhan luka. Semoga bermanfaat.

Mohon Share:


Tips Aktifitas Sehari-hari

Tips Pendidikan dan Kesehatan Anak

Tips Makanan dan Minuman

Penyakit dan Gangguan